Author: sciehum

  • Aturan Baru Reakreditasi Jurnal Sinta 2026

    Aturan Baru Reakreditasi Jurnal Sinta 2026

    Science and Technology Index atau Sinta yang dikelola oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan teknologi akan menerapkan aturan baru terkait proses reakreditasi perolehan peringkat Sinta. Hal ini dipicu oleh banyaknya pengelola Jurnal yang “nakal” karena hanya menjaga kualitas 1 edisi yang akan di evaluasi.

    Sebelumnya, aturan reakreditasi Jurnal hanya dilakukan dengan meninjau satu nomor terbitan yang diajukan oleh pengelola. Pada praktisnya, Pengurus jurnal “Nakal” yang dimaksud tidak akan memperhatikan kualitas penerbitan artikel pada nomor-nomor terbitan lain. Sehingga artikel-artikel pada Jurnal yang sudah memiliki reputasi tinggi khususnya Sinta 3, 2 dan 1 terkesan diperjual belikan dengan istilah Fast Track.

    Perubahan aturan ini kini tidak lagi hanya mengevaluasi 1 nomor terbitan namun 3 nomor terbitan. Selain itu terdapat juga beberapa aturan berupa pinalti 15 point untuk setiap artikel yang ditemukan tidak dilakukan review. Aturan ini diberlakukan untuk menghindari penerbit “Nakal” yang lebih mengutaman keuntungan finansial dibandingkan menjaga kualitas pendidikan.

  • Apa itu STEM?

    STEM adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik (engginering) dan matematika. Implementasi STEM secara umum terbagi dalam dua kelompok besar yakni STEM Education dan STEM Learning.

    STEM Education sendiri adalah kurikulum terpadu yang fokus pada integrasi science, technology, engineering and mathematics pada jenjang pendidikan tertentu. Defenisi STEM Education adalah awal dari pendekatan STEM Learning yang dituangkan dalam lingkup yang lebih kecil yakni di dalam proses pembelajaran sebagai pendekatan pembelajaran.

    Integrasi 4 aspek Stem baik dalam STEM Education dan STEM Learning ini didukung oleh keterampilan pembelajaran abad 21 yakni

    1. Pemecahan masalah
    2. Kreativitas
    3. Analisis Kritis
    4. Kerja sama
    5. Berfikir independen dan terbuka
    6. Inisiatif
    7. Komunikasi
    8. Literasi digital

    Mengapa STEM Penting?

    STEM Education diinisasi sebagai respon dari perubahan kebutuhan kerja (pasar dari produk pendidikan) dan ekonomi global. Banyak pekerjaan konvensional yang mulai hilang dan digantingkan dengan mesin otomatis. Pada ujungnya dampaknya juga pada munculnya teknologi baru setiap saat. Kebutuhan akan teknologi baru ini menjadi peluang bagi keluar kerja.

    Perubahan teknologi yang cepat ini mengubah cara belajar dan interakasi peserta didik. STEM Education adalah pendekatan pembelajaran yang membantu peserta didik dalam memberikan landasan yang kuat dalam mendukung perubahan-perubahan kebutuhan tersebut.

    Pada akhirnya, Dunia Usaha dan Dunia Industri lebih mengutamakan calon pegawan yang memiliki kompetensi dalam bidang STEM. 75% lapangan pekerjaan diklaim melibatkan keterampilan STEM.